Pertemuan
perkenalan bengkel menulis kemarin menghasilkan banyak ide menarik
dari kawan-kawan. Beberapa pertanyaan dan pernyataan kawan-kawan
menjadi pertimbangan ditulisanku kedepannya. Diantaranya pernyataan
lutfi mengenai arah kemana arah media menggiring opini publik karena
menurut lutfi bahasa yang diperhalus atau biasa disebut eufemisme
dapat mempengaruhi publik. Bahasa merupakan framing berita yang masuk
dalam politik redaksi.
Pertanyaan
bang Ivan: jika media adil lantas apa dampaknya bagi
masyarakat? Sejauh mana pemberitaan media membawa perubahan bagi
masyarakat? Media berfungsi sebagai alat pantau, pemberi informasi
dan sarana edukasi bagi publik media tidak hanya memberikan informasi
sekedar tahu. Meminjam istilah Juurgen Habermas “ruang publik
politisi warga” maka disini kembali publik dan pembaca bagaimana
warga menyikapi apa yang terjadi hari ini disekitarnya.
Tirto
Adhi Soerjo, Bapak Pers Indonesia melalui Medan Prijaji memberikan
delapan pedoman peran surat kabar (pers) “memberi informasi,
menjadi penyuluh keadilan memberi bantuan hukum,menjadi tempat
pengaduan orang tersia-sia, membantu orang mencari pekerjaan,
menggerakkan untuk berorganisasi atau mengorganisasi diri, membangun
dan memajukan bangsa serta memperkuat bangsanya dengan usaha dan
perdagangan” jelas disini medan prijaji secara gamblang menunjukkna
kemana media berpihak dan apa fungsi media.
Kesucian
ruang redaksi yang kini telah banyak dimasuki kepentingan-kepentingan
politik dan ekonomi pemodal menjadi bom waktu yang siap meledak.
Karena akan menurunkan jumlah pembaca. Sikap publik yang kritis juga
harus diperhitungkan seperti beberapa bulan ini mengenai kasus TV ONE
yang menjadi bulan-bulanan para komikus di dunia maya. komedi-komedi satir dilayangkan. Salah satunya melalui meme
Selain
itu jurnalis-jurnalis muda jebolan pers mahasiswa yang dikenal
kritis dan memperhatikan kwalitas berita. Ketika bekerja di media
massa akan menelan pil pahit karena apa yang mereka dalami dalam
berproses di pers mahasiswa akan sia-sia. Sebab akan banyak
tekanan-tekanan yang muncul dari berbagai pihak termasuk intervensi
dalam ruang redaksi. Para jurnalis muda ini mau tidak mau harus
melayani berita pesanan dari pemodal ataupun pemasang iklan.
Dave
boyle dalam bukunya berjudul media kooperasi & kooperasi media.
Menjelaskan “media berita sangat membutuhkan sistem keuangan yang
lengas untuk memproduksi berita, sedangkan publik membutuhkan media
yang beritanya dapat dipercaya. Kooperasi menjawab dua persoalan
itu”. Diantara banyak wacana-wacana mengenai media. Memasukkan
kooperasi di bidang media adalah momen yang tepat. Karena kooperasi
bisa menyediakan sejumlah kebutuhan pokok organisasi media. Kooperasi
mempunyai reputasi yang baik mengenai kesetaraan dan kerja sama.
Selain itu koopersai juga memberikan kesempatan untuk semuayang
terlibat dalam perusahaan, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih
baik. Kooperasi diharapkan dapat memperbaiki sistem keuangan media.
Sehingga media dapat benar-benar cover boardside dan sesuai kode etik
jurnalistik serta independensi sebuah media dapat terjaga. Tidak
seperti ketika media dimiliki perseorangan sehingga media harus patuh
dan tunduk terhadap si pemodal. Yang menjadikan media menjadi alat
propaganda dan pencitraan. []
Elki
setiyo hadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar