Kamis, 11 September 2014

Musik bawah Tanah dan Budaya Literasi

Mati logika, putuslah asa, sembah dunia. Persetan semua ajarannya jadikan nyata hancurkan dosa. Hiduplah dengan rakusnya dunia. Habislah semua sampah logika. TUHAN TELAH MATI”

kira-kira seperti itulah kutipan dari Forgotten lagu yang berjudul Tuhan telah mati. Sebelum saya mengetahui kalau ternyata Nietzche mengatakan “Tuhan telah mati” di sebuah buku yang saya temukan dan tidak sengaja buku terdapat kutipan “Tuhan telah mati” yang baru-baru ini saya ketahui ternyata kutipan itu dari Nietzche. Sebelumnya yang saya ketahui Tuhan telah mati itu di salah satu band Death metal dari Bandung yang terbentuk 1994.

Ketika kita mendengar kata Tuhan telah mati terlintas sebuah sekte sesat. Namun disini forgotten ingin menjelaskan bahwa manusia yang telah melupakan Tuhannya, manusia lupa akan dosa dan hanya menyembah dunia. Sehingga telah membunuh Tuhan secara esensi. Karena manusia telah lupa akan dosa dan ajarannya.

Dengan dentuman blast beat drumming yang membuat para metalhead memutar kepalanya sampai putus, distorsi yang berat dapat menyayat telinga dan dengan deep grwling khas tehnik vokal death metal. Dapat memberi aroma anyir pada moshpit yang membuat para metalhead semakin brutal melakukan serangkaian ritual mereka, yaitu headbang, moshing atau wall of death.

Death metal sendiri sebenarnya adalah subgenre yang ekstrem dari heavy metal. Death metal muncul pada pertengangahan 1980-an. Slayer adalah band paling berbahaya ketika itu. Dengan lirik lagu tentang kematian, kekerasan peperangan dan satanism.Album mereka yang ketiga berjudul “REIGN IN BLOOD” mengilhami seluruh genre death metal. Berdampak besar terdapat leader genre yaitu Death, Obituary dan Morbid Angel.

Selain death metal masih banyak sub-subgenre dari musik metal yaitu thrash metal, heavy metal, metalcore dan masih banyak lagi. Namun disini saya tidak akan membahas masalah tehnik dalam besmusik. Karena saya tidak mempunyai kemampuan untuk bermusik.

Budaya literas yang begitu kental dalam musik bawah tanah ini yang menarik perhatian saya. Selain subgenre yang begitu kaya. Metal mempunyai diksi atau kata yang sanyngat kaya dan berani. Walaupun tidak dapat didengar karena parau. Salah satu contohnya seperti “Tuhan telah mati” yang diambil dari kutipan F. Nietzche yang menjadi kontroversi. Tidak hanya itu forgotten juga mempunytai beberapa judul lagfu dan lirik yang bertemakan satanism seperti judul lagu lagunya tiga angka enam, republik bintang tengkorak dan hidup adalah kutukan.

Tidak hanya forgotten, masih banyak band2 sseperti forgotten yang mempunyai budaya literasi yang bagus seperti deadsquad “Tersumpal dogma penuh kepalsuan. Refleksi keimanan yang semakin instan. Syair ayat sumbang dikumandangkan untuk memuja yang boiasa disana. Khotbah diatas mimbar bersama lucifer. Parade laskar binatang. Manufaktur replika baptis. Paksakan sebuah harga mati” sebuah potongan lirik lagu dari deadsquad berjudul “manufaktur replika baptis. Lirik yang begitu keras dinyanyikan dengan suara parau khas death metal.

Musik ini sangat parau dan tidak bisa didengar namun apabila kita menggali dan mencari lirik dari musik ini akan menambah banyak sekali gaya bahasa yang dapat diadopsi. Itulah mengapa saya suka musik underground.

Banyak pula lirik-lirik yang berbau perlawanan dan metal adalah salah satu bentuk keberagaman karena musik ini bersifat fleksibel dan dapat dipadukan dengan bahasa atau alat musik traditionalyang sangat banyak di Indonesia salah satunya karinding attack yang menggunakan alat musik traditional karinding dari bandung. Juga dapat pula dipadukan dengan bahasa traditional seperti Jasad pada lagunya yang berjudl kujang rompang dan getih jang getih yang kental dengan bahasa sunda. Itu meembuktikan walaupun berbeda musik ini tidak pernah kehilangan penikmatnya.

Mereka pula yang telah berkecimpung dimusik ini telah membuktikan eksistensi mereka tanpa harus mengikuti arus pasar mainstream. Mereka tetap berdikari dan berpegang teguh pada idealismenya. Telah banyak bukti mereka mampu berprestasi. Seperti death vomit yang telah menyelesaikan tour australianya dan Burgerkill yang telah dinobatkan sebagai pemenang Metal as F*ck Golden Gods 2013, metal hammer inggris. []


budayakan kritis dalam berfikir
dan
tetap stay metal

catatan : 10 juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar