Minggu, 10 Januari 2016

Saatnya Katakan Tidak Pada Superman Is Dead

 (sumber: Google)
Superman Is Dead adalah salah satu band Bali yang keras meneriakkan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Penolakan tersebut berdasarkan pada kerusakan yang akan terjadi jika Teluk Benoa direklamasi. Reklamasi akan mengubur terumbu karang sebagai habitat ikan dan biota laut. Tentu saja apabila terumbu karang rusak ikan-ikan disekitar Teluk Benoa akan mati. Dampak yang begitu besar terhadap kelangsungan hidup warga  sekitar Teluk Benoa yang mata pencahariannya sebagai nelayan. Reklamasi pernah dilakukan di Nusa Dua dimana akhirnya yang terjadi adalah hilangnya salah satu tempat pencarian ikan. Selain Karena rusaknya laut di Nusa Dua. Dalam wawancara di film “Kala benoa”. Salah satu pengemudi boat memaparkan. Nusa Dua telah diprivatisasi “Dulu tempat itu digunakan nelayan sekitar untuk mencari ikan, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi” ungkap pelaut.

Tentu saya sangat mengapresiasi dan mengacungkan empat jempol untuk Superman Is Dead. Kepeduliannya pada lingkungan dengan aksi nyata membuat Superman Is Dead terlihat cool. Jarang sekali ada band yang mempunyai fanbase besar mau turun ke jalan bersama mahasiswa dan rakyat untuk melakukan aksi penolakan terhadap kerusakan yang dibuat oleh investor tak bertanggung jawab.

I Gede Ari Astina atau lebih terkenal dipangil Jrx sangat keras meneriakkan aksi-aksi perlawanan terhadap korporasi-korporasi yang menyengsarakan rakyat. Tidak dipungkiri fansbase (Outsiders dan Lady Rose) adalah kekuatan bagi Superman Is Dead. Dengan terlihat rebellious (bahasa anak muda kekinian) merupakan daya tarik bagi bocah-bocah usia belasan. Terbukti dari jumlah fansbase yang terbesar kedua setelah Slankers (Fansbase grup band Slank).

Telkomsel pernah digertak dengan basis massa Superman Is Dead, Saat itu Telkomsel menyebarkan sms agar para pelanggannya pro dengan reklamasi di Bali. Jrx langsung bertindak dengan melakukan kampanye anti Telkomsel dengan cara mematahkan kartu Simpatinya lalu diupload dalam media sosial. Setelah mendapat gertakan dari Jrx, Telkomsel secara terbuka melakukan permohonan maaf kepada public.

Jrx adalah salah satu personil yang menurutku sangat menarik, sebab Jrx merupakan simbol “perlawan” yang dimiliki Superman Is Dead (sejenis mascot yang terdapat di Indomaret untuk menarik perhatian pengunjung). Jrx, terlihat lebih menonjol daripada dua personil Superman Is Dead yang lainnya. Dia banyak menulis lagu untuk Superman Is Dead, selain itu Jrx lebih terlihat menonjol karena dia sangat aktif di media sosial. Dalam akun media sosialnya Jrx selalu meneriakkan tentang perlawanan, sikap politik, dan menulis isu-isu sosial yang sedang terjadi salah satunya keprihatinannya tentang kematian misterius Salim Kancil yang mati misterius, dan yang paling baru konsernya kemarin Sabtu, 17 Oktober 2015 di Mandala Krida, Yogyakarta. Mereka mengkampanyekan “Jogja Ora Didol”. Pertanyaannya adalah apakah benar Superman Is Dead tulus melakukan sebuah kampanye dan gerakan anti perusakan ruang hidup?

Jokowi dan Superman Is Dead

Superman Is Dead atau malah mungkin hanya politik Jrx. Dalam akun Facebook pribadinya menulis.  “Saya menjilat ludah saya sendiri. Dulu saya tidak pernah berpartisipasi dalam Pemilu. Namun kali ini saya harus memilih. Karena calon wakil presiden nomor satu (Hatta Rajasa) adalah salah satu  yang setuju apabila Teluk Benoa direklamasi”

Maka dari itu Jrx dalam akun sosialnya menegaskan bahwa dia memilih calon presiden kubu nomor dua yaitu Jokowi dan Jusuf Kalla. Sebelum diadakannya Pemilihan Presiden ketika Jokowi masih menjadi Gubernur Jakarta terpilih. Dia mengatakan dalam wawancara yang ramai dibicarakan oleh netizen “saya tidak mengerti boyband, kalau Superman Is Dead dan Burgerkill saya paham” ungkap Jokowi dalam sebuah wawancaranya di liputan 6.

Tanggapan Jokowi tentang Superman Is Dead, Slank, dan, Burgerkill saya pikir tidak keluar secara spontan, sebab tiga band tersebut mempunyai basis massa yang tidak sedikit. Apalagi ungkapan dari Jokowi muncul saat Pemiliha Presiden. Sidang pembaca yang terhormat dapat menyimpulkan sendiri maksud dan tujuan Jokowi mengungkapkan itu. Saya tidak mengatakan bahwa Superman Is Dead telah dituggangi oleh kepentingan  politik. Namun, sikap Jrx yang reaksioner dengan menyebarluaskan statemen dari Jokowi adalah sebuah kejanggalan. Saya sangat yakin, Jrx tidak se“bodoh” itu. Jrx mempunyai track record di dunia aktivisme, terlihat dari pengakuannya kepada salah satu media di Internet. Dia mengaku ikut bergabung dalam pelengseran rezim birokratik militeristik Orde Baru. hal tersebut dapat membuktikan bagaimana sepak terjang Jrx di dunia aktivisme.

Sunset Di Tanah Anarki Kian Tenggelam

Kekecewaan mulai muncul akhir-akhir ini. ketika Jrx yang seharusnya di daluat sebagai agitator malah sering membicarakan dan memasarkan merk baju yang sedang ia kelola “Rumble”. Akhir-akhrir ini Jrx lebih terlihat seperti seorang fashiontrip yang menggunakan stylenya hanya maco-macoan. Perlawanan bukan lagi untuk membela kaum tertindas seperti apa yang dia lakukan untuk gerakan Bali Tolak Reklamasi.

Saya terus mengikuti perkembangan Superman Is dead dan kevokalannya meneriakkan Bali menolak Reklamasi. Superman Is Dead bergabung dengan Forum Bali yang merupakan kumpulan dari warga bali yang menolak Reklamasi Teluk Benoa.  Superman Is Dead adalah salah satu corong kuat yang mampu mendomplang isu Reklamasi. Saya tidak meragukan keseriuasan Jrx dan kawan-kawan dalam memperjuangkan ekosistem di teluk Benoa.

Sekitar awal tahun 2015,Saat “Rumble” mulai dikenal oleh Outsider dan Lady Rose. Jrx mulai memasang foto di akunnya dengan mengetag produk-produk yang sedang melekat ditubuhnya. Saya tidak menyalahkan usaha yang dilakukannya. Memproduksi dan menjual kaos distro adalah pekerjaan yang mulia. Namun, yang saya sayangkan sebagai Outsider yang murtad, adalah bagaimana Jerinx mulai menggiring isu Reklamasi ke pasar.

“Rumble” adalah nama yang dipilih oleh Jrx sebagai nama produknya. Jrx mengatakan bahwa setiap item “Rumble” yang terjual beberapa persen hasil penjualannya akan di sumbangkan kepada Wahana Lingkungan (Walhi) Bali untuk perjuangan menolak Reklamasi Teluk Benoa.

Jrx adalah Founding bukan Aktivis

“Peraturan Presiden No.51/2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Salah satu poin terpenting dari aturan tersebut adalah mengubah peruntukkan Perairan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat direklamasi maksimal seluas 700 Hektare. Aturan yang ditetapkan 30 Mei 2014 tersebut merevisi Peraturan Presiden No.45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita yang memasukkan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi perairan” tulis bisnis.com yang ditulis tanggal 11 Juni 2014.

Pada dasarnya sikap Jrx yang memberi kontribusi secara finansial kepada gerakan tolak Reklamasi patut diapresiasi. Namun, akhir-akhir ini ada sebuah kejanggalan yang membuat saya agak bingung dari sikap Jerinx muncul. Jerinx sangat aktif melaporkan sumbangan kepada Walhi hasil penjualan “Rumble” di media melaui status, dan foto yang disertakan.
Dalam sebuah perjuangan, suntikan financial memang sangat penting. Dalam sebuah gerakan suntikan financial memang sangat diperlukan. Dengan memberikan sebuah suntikan dana, jerinx telah ikut berkontribusi dalam gerakan Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali).

Dari aksi budaya, dan aksi turun kejalan yang telah dilakukan sepertinya memang belum banyak menekan pemerintah. Dari peristiwa yang telah Jrx tunjukkan kepada Telkomsel, dengan basis massa sebesar itu, seharusnya kita bertanya, Langkah apa yang ingin diperjuangkan Superman Is Dead untuk menekan pemerintah? Sebab sepertinya Jrx yang telah terbuka pada saat pemilu ikut mengkampanyekan Jokowi. Namun, hingga saat ini ketika Jokowi belum melakukan apa-apa terhadap kasus Reklamasi bali, seharusnya Jerinx lebih bisa menekan pemerintah.

“Ambi Alih Gelombang tuk menyerang, engkau diam, penuh dendam, tersudut tak terdengar” dengan suara Bobby dan gubahan dentuman drum dari Jrx. Lirik yang begitu kuat dari suara yang termarginalkan. Superman Is Dead yang sekarang bukanlah yang “tersudut tak terdengar”, mereka berada di “Arus Gelombang” yang saya yakin seharusnya mampu menerjang apapun didepannya termasuk batu karang bernama pemerintah.

Jrx lebih memilih untuk sibuk dengan isu “Orisinalitas”, akhir-akhir ini Jrx sering sekali mengecam tentang hak cipta “Untuk menjadi Outsiders/Lady Rose, anda TIDAK HARUS membeli/memakai produk RMBL. Kalau memang tak mampu membeli yang original, ya tidak usah membeli yg palsu,” tulis Jrx di Facebook tertanggal 20 januari. Jrx menyatakan bahwa kadar Outsiders atau lady Rose tidak dihitung penggunaan “Rumble”.


Yogyakart, 2015

Jumat, 08 Januari 2016

Sampaikan Pada Tuhan, Bu!




sumber: Doc. Jaganyala

Ibu, bagaimana kabarmu, apakah Tuhan memberikan apa yang sudah dijanjikan pada kita. Katanya, orang baik itu mendapatkan surga. Apakah disurga ibu menemukan kolam susu? katanya juga, disana ada neraka ya bu.

Waah jika memang itu ada, baguslah. Berarti ibu sudah tidak akan kehausan lagi. karena didunia kami sedang berjuang untuk mempertahankan karunia Tuhan bu, yaitu air..

Anakmu yang nakal ini sekarang masih belum baik bu. sampaikan maafku untuk Tuhan ya. Aku masih sibuk dengan urusan duniaku bu. Di seluru sudut dunia selalu ada orang yang rakus. aku sudah agak pesimis dengan kekuatan doa bu. karena Amiin saja tidak akan pernah menghasilkan apa-apa. yang ada cuma amiin rais. Aku yakin ibu pasti kenal dengan Amin rais.

Jika disana ada air susu. beritahu Tuhan ya bu. berilah sedikit keadilan di dunia. bukankah manusia didaulat sebagai khalifah. tapi, akhir-akhir ini bumi akan disedot habis oleh orang-orang rakus. mereka memakan apa saja yang ada di depan matanya bu, laut, gunung, panas bumi, bahkan daging manusia bu. bahkan di Rembang orang rakus memakan gunung bu. kalau ibu berfikir mungkin mereka kelaparan ibu salah. karena yang memakannya adalah orang yang mampu beli beras dan menyewa ahli untuk melanggengkan keinginannya memakan gunung bu.

Tanyakan pada Tuhan bu, bagaimana sistem keadilan disana? karena di negeri kita Undang-Undang pasal 33 ayat tiga yang berbunyi "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat." memang kekayaan alam dikuasai negara tapi bukan untuk kemakmuran rakyat. Negara telah berkongsi dengan orang rakus bu. Apakah Tuhan sedang sibuk sekarang bu? kok Tuhan diam saja

Di Dunia keadilan hanya mitos bu. keadilan kami hanya untuk pencuri kayu yang usianya sudah tua. apakah disana Tuhan berlaku adil. ow ya karena kerakusan orang itu. ibu-ibu dan keluarganya di rembang terancam kehilangan sumber air dan mata pencahariannya bu. sampaikan pada Tuhan. besok lagi aku ngantuk...

Yogyakarta, di waktu yang terlupakan