![]() |
| (sumber: Google) |
Superman Is Dead adalah salah satu band Bali yang keras
meneriakkan penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Penolakan tersebut
berdasarkan pada kerusakan yang akan terjadi jika Teluk Benoa direklamasi. Reklamasi
akan mengubur terumbu karang sebagai habitat ikan dan biota laut. Tentu saja
apabila terumbu karang rusak ikan-ikan disekitar Teluk Benoa akan mati. Dampak
yang begitu besar terhadap kelangsungan hidup warga sekitar Teluk Benoa yang mata pencahariannya
sebagai nelayan. Reklamasi pernah dilakukan di Nusa Dua dimana akhirnya yang
terjadi adalah hilangnya salah satu tempat pencarian ikan. Selain Karena
rusaknya laut di Nusa Dua. Dalam wawancara di film “Kala benoa”. Salah satu
pengemudi boat memaparkan. Nusa Dua telah diprivatisasi “Dulu tempat itu
digunakan nelayan sekitar untuk mencari ikan, tapi sekarang sudah tidak bisa
lagi” ungkap pelaut.
Tentu saya sangat mengapresiasi dan mengacungkan empat
jempol untuk Superman Is Dead.
Kepeduliannya pada lingkungan dengan aksi nyata membuat Superman Is Dead terlihat cool.
Jarang sekali ada band yang mempunyai fanbase
besar mau turun ke jalan bersama mahasiswa dan rakyat untuk melakukan aksi penolakan
terhadap kerusakan yang dibuat oleh investor tak bertanggung jawab.
I Gede Ari Astina atau lebih terkenal dipangil Jrx sangat
keras meneriakkan aksi-aksi perlawanan terhadap korporasi-korporasi yang
menyengsarakan rakyat. Tidak dipungkiri fansbase (Outsiders dan Lady Rose)
adalah kekuatan bagi Superman Is Dead. Dengan terlihat rebellious (bahasa anak
muda kekinian) merupakan daya tarik bagi bocah-bocah usia belasan. Terbukti
dari jumlah fansbase yang terbesar kedua setelah Slankers (Fansbase grup band
Slank).
Telkomsel pernah digertak dengan basis massa Superman Is
Dead, Saat itu Telkomsel menyebarkan sms agar para pelanggannya pro dengan
reklamasi di Bali. Jrx langsung bertindak dengan melakukan kampanye anti Telkomsel dengan cara mematahkan kartu Simpatinya lalu diupload dalam media sosial. Setelah mendapat gertakan dari Jrx, Telkomsel secara terbuka
melakukan permohonan maaf kepada public.
Jrx adalah salah satu personil yang menurutku sangat
menarik, sebab Jrx merupakan simbol “perlawan” yang dimiliki Superman Is Dead
(sejenis mascot yang terdapat di Indomaret untuk menarik perhatian pengunjung).
Jrx, terlihat lebih menonjol daripada dua personil Superman Is Dead yang
lainnya. Dia banyak menulis lagu untuk Superman Is Dead, selain itu Jrx lebih
terlihat menonjol karena dia sangat aktif di media sosial. Dalam akun media
sosialnya Jrx selalu meneriakkan tentang perlawanan, sikap politik, dan menulis
isu-isu sosial yang sedang terjadi salah satunya keprihatinannya tentang
kematian misterius Salim Kancil yang mati misterius, dan yang paling baru
konsernya kemarin Sabtu, 17 Oktober 2015 di Mandala Krida, Yogyakarta. Mereka
mengkampanyekan “Jogja Ora Didol”. Pertanyaannya adalah apakah benar Superman Is
Dead tulus melakukan sebuah kampanye dan gerakan anti perusakan ruang hidup?
Jokowi dan Superman Is Dead
Superman Is Dead atau malah mungkin hanya
politik Jrx. Dalam akun Facebook pribadinya
menulis. “Saya menjilat ludah saya
sendiri. Dulu saya tidak pernah berpartisipasi dalam Pemilu. Namun kali ini
saya harus memilih. Karena calon wakil presiden nomor satu (Hatta Rajasa)
adalah salah satu yang setuju apabila
Teluk Benoa direklamasi”
Maka dari itu Jrx dalam akun sosialnya menegaskan bahwa dia
memilih calon presiden kubu nomor dua yaitu Jokowi dan Jusuf Kalla. Sebelum
diadakannya Pemilihan Presiden ketika Jokowi masih menjadi Gubernur Jakarta
terpilih. Dia mengatakan dalam wawancara yang ramai dibicarakan oleh netizen
“saya tidak mengerti boyband, kalau Superman Is Dead dan Burgerkill saya paham”
ungkap Jokowi dalam sebuah wawancaranya di liputan 6.
Tanggapan Jokowi tentang Superman Is Dead, Slank, dan, Burgerkill saya pikir tidak keluar secara spontan, sebab tiga band tersebut mempunyai basis massa yang tidak sedikit. Apalagi ungkapan dari Jokowi muncul saat Pemiliha Presiden. Sidang pembaca yang terhormat dapat menyimpulkan sendiri maksud dan tujuan Jokowi mengungkapkan itu. Saya tidak mengatakan bahwa Superman Is Dead telah dituggangi oleh kepentingan politik. Namun, sikap Jrx yang reaksioner dengan menyebarluaskan statemen dari Jokowi adalah sebuah kejanggalan. Saya sangat yakin, Jrx tidak se“bodoh” itu. Jrx mempunyai track record di dunia aktivisme, terlihat dari pengakuannya kepada salah satu media di Internet. Dia mengaku ikut bergabung dalam pelengseran rezim birokratik militeristik Orde Baru. hal tersebut dapat membuktikan bagaimana sepak terjang Jrx di dunia aktivisme.
Sunset Di Tanah Anarki Kian
Tenggelam
Kekecewaan mulai muncul akhir-akhir ini. ketika Jrx yang
seharusnya di daluat sebagai agitator malah sering membicarakan dan memasarkan
merk baju yang sedang ia kelola “Rumble”. Akhir-akhrir ini Jrx lebih terlihat
seperti seorang fashiontrip yang
menggunakan stylenya hanya maco-macoan. Perlawanan bukan lagi untuk membela
kaum tertindas seperti apa yang dia lakukan untuk gerakan Bali Tolak Reklamasi.
Saya terus mengikuti perkembangan Superman Is dead dan
kevokalannya meneriakkan Bali menolak Reklamasi. Superman Is Dead bergabung
dengan Forum Bali yang merupakan kumpulan dari warga bali yang menolak
Reklamasi Teluk Benoa. Superman Is Dead
adalah salah satu corong kuat yang mampu mendomplang isu Reklamasi. Saya tidak
meragukan keseriuasan Jrx dan kawan-kawan dalam memperjuangkan ekosistem di
teluk Benoa.
Sekitar awal tahun 2015,Saat “Rumble” mulai dikenal oleh
Outsider dan Lady Rose. Jrx mulai memasang foto di akunnya dengan mengetag
produk-produk yang sedang melekat ditubuhnya. Saya tidak menyalahkan usaha yang
dilakukannya. Memproduksi dan menjual kaos distro adalah pekerjaan yang mulia.
Namun, yang saya sayangkan sebagai Outsider yang murtad, adalah bagaimana
Jerinx mulai menggiring isu Reklamasi ke pasar.
“Rumble” adalah nama yang dipilih oleh Jrx sebagai nama
produknya. Jrx mengatakan bahwa setiap item “Rumble” yang terjual beberapa
persen hasil penjualannya akan di sumbangkan kepada Wahana Lingkungan (Walhi)
Bali untuk perjuangan menolak Reklamasi Teluk Benoa.
Jrx adalah Founding bukan
Aktivis
“Peraturan Presiden No.51/2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Salah satu poin terpenting dari aturan tersebut adalah mengubah peruntukkan Perairan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat direklamasi maksimal seluas 700 Hektare. Aturan yang ditetapkan 30 Mei 2014 tersebut merevisi Peraturan Presiden No.45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita yang memasukkan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi perairan” tulis bisnis.com yang ditulis tanggal 11 Juni 2014.
“Peraturan Presiden No.51/2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Salah satu poin terpenting dari aturan tersebut adalah mengubah peruntukkan Perairan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat direklamasi maksimal seluas 700 Hektare. Aturan yang ditetapkan 30 Mei 2014 tersebut merevisi Peraturan Presiden No.45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita yang memasukkan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi perairan” tulis bisnis.com yang ditulis tanggal 11 Juni 2014.
Pada dasarnya sikap Jrx yang memberi kontribusi secara finansial kepada gerakan tolak Reklamasi patut diapresiasi. Namun, akhir-akhir ini ada sebuah kejanggalan yang membuat saya agak bingung dari sikap Jerinx muncul. Jerinx sangat aktif melaporkan sumbangan kepada Walhi hasil penjualan “Rumble” di media melaui status, dan foto yang disertakan.
Dalam
sebuah perjuangan, suntikan financial memang sangat penting. Dalam sebuah
gerakan suntikan financial memang sangat diperlukan. Dengan memberikan sebuah
suntikan dana, jerinx telah ikut berkontribusi dalam gerakan Forum Rakyat Bali
Tolak Reklamasi (ForBali).
Dari aksi budaya, dan aksi turun kejalan yang telah
dilakukan sepertinya memang belum banyak menekan pemerintah. Dari peristiwa
yang telah Jrx tunjukkan kepada Telkomsel, dengan basis massa sebesar itu,
seharusnya kita bertanya, Langkah apa yang ingin diperjuangkan Superman Is Dead
untuk menekan pemerintah? Sebab sepertinya Jrx yang telah terbuka pada saat
pemilu ikut mengkampanyekan Jokowi. Namun, hingga saat ini ketika Jokowi belum
melakukan apa-apa terhadap kasus Reklamasi bali, seharusnya Jerinx lebih bisa
menekan pemerintah.
“Ambi Alih Gelombang tuk menyerang, engkau diam, penuh
dendam, tersudut tak terdengar” dengan suara Bobby dan gubahan dentuman drum
dari Jrx. Lirik yang begitu kuat dari suara yang termarginalkan. Superman Is
Dead yang sekarang bukanlah yang “tersudut tak terdengar”, mereka berada di
“Arus Gelombang” yang saya yakin seharusnya mampu menerjang apapun didepannya
termasuk batu karang bernama pemerintah.
Jrx lebih memilih untuk sibuk dengan isu “Orisinalitas”,
akhir-akhir ini Jrx sering sekali mengecam tentang hak cipta “Untuk menjadi
Outsiders/Lady Rose, anda TIDAK HARUS membeli/memakai produk RMBL. Kalau memang
tak mampu membeli yang original, ya tidak usah membeli yg palsu,” tulis Jrx di
Facebook tertanggal 20 januari. Jrx menyatakan bahwa kadar Outsiders atau lady
Rose tidak dihitung penggunaan “Rumble”.
Yogyakart,
2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar