Jumat, 08 Januari 2016

Sampaikan Pada Tuhan, Bu!




sumber: Doc. Jaganyala

Ibu, bagaimana kabarmu, apakah Tuhan memberikan apa yang sudah dijanjikan pada kita. Katanya, orang baik itu mendapatkan surga. Apakah disurga ibu menemukan kolam susu? katanya juga, disana ada neraka ya bu.

Waah jika memang itu ada, baguslah. Berarti ibu sudah tidak akan kehausan lagi. karena didunia kami sedang berjuang untuk mempertahankan karunia Tuhan bu, yaitu air..

Anakmu yang nakal ini sekarang masih belum baik bu. sampaikan maafku untuk Tuhan ya. Aku masih sibuk dengan urusan duniaku bu. Di seluru sudut dunia selalu ada orang yang rakus. aku sudah agak pesimis dengan kekuatan doa bu. karena Amiin saja tidak akan pernah menghasilkan apa-apa. yang ada cuma amiin rais. Aku yakin ibu pasti kenal dengan Amin rais.

Jika disana ada air susu. beritahu Tuhan ya bu. berilah sedikit keadilan di dunia. bukankah manusia didaulat sebagai khalifah. tapi, akhir-akhir ini bumi akan disedot habis oleh orang-orang rakus. mereka memakan apa saja yang ada di depan matanya bu, laut, gunung, panas bumi, bahkan daging manusia bu. bahkan di Rembang orang rakus memakan gunung bu. kalau ibu berfikir mungkin mereka kelaparan ibu salah. karena yang memakannya adalah orang yang mampu beli beras dan menyewa ahli untuk melanggengkan keinginannya memakan gunung bu.

Tanyakan pada Tuhan bu, bagaimana sistem keadilan disana? karena di negeri kita Undang-Undang pasal 33 ayat tiga yang berbunyi "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat." memang kekayaan alam dikuasai negara tapi bukan untuk kemakmuran rakyat. Negara telah berkongsi dengan orang rakus bu. Apakah Tuhan sedang sibuk sekarang bu? kok Tuhan diam saja

Di Dunia keadilan hanya mitos bu. keadilan kami hanya untuk pencuri kayu yang usianya sudah tua. apakah disana Tuhan berlaku adil. ow ya karena kerakusan orang itu. ibu-ibu dan keluarganya di rembang terancam kehilangan sumber air dan mata pencahariannya bu. sampaikan pada Tuhan. besok lagi aku ngantuk...

Yogyakarta, di waktu yang terlupakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar